Microsoft baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga signifikan untuk paket Xbox Game Pass Ultimate, sekitar 50% dari sebelumnya sebesar USD19,99 (Rp331.494) menjadi USD29,99 (Rp497.324) per bulan.
Mengutip The Verge, menurut Microsoft, kenaikan harga ini disertai dengan peningkatan nilai layanan yang ditawarkan. Microsoft menambahkan bahwa paket Ultimate kini mencakup lebih dari 75 game rilis hari pertama per tahun.
Selain itu, paket Ultimate juga mencakup akses ke judul besar seperti Call of Duty: Black Ops 7 dan Ninja Gaiden 4, optimasi streaming cloud lebih baik, serta sistem reward baru. Perubahan ini juga diikuti dengan rebranding paket lain, yaitu paket Core menjadi Essential, sedangkan paket Standard menjadi Premium.
Essential, dulunya Core, tetap ditawarkan dengan harga sebesar USD9.99 (Rp165.664), tapi kini koleksi game diperluas menjadi lebih dari 50 judul dan dilengkapi akses cloud gaming. Sedangkan Premium, dulunya Standard, ditawarkan seharga USD14,99 (Rp248.579).
Menambahkan Ubisoft+ Classics, Fortnite Crew, kualitas streaming cloud 1440p, dan prioritas antrean cloud gaming. PC Game Pass juga mengalami kenaikan, dari USD11,99 (Rp198.830) menjadi USD16,49 (Rp273.453), dengan tambahan Ubisoft+ Classics dan game PC tanpa penambahan fitur cloud.
Microsoft menyebut kenaikan harga ini sebagai revitalisasi layanan untuk mengikuti harga pengembangan game semakin mahal dan kebutuhan infrastruktur cloud yang kian besar. Bagi pengguna di Indonesia, kenaikan ini dapat memicu penyesuaian harga lokal terutama untuk paket Ultimate maupun PC Game Pass.
Kurs mata uang, pajak, dan regulasi lokal bisa memperkuat dampak naiknya tarif dari versi global. Kendati demikian, Microsoft berpotensi akan mempertahankan harga untuk paket Essential atau Premium agar tetap bisa bersaing di pasar dengan gamer kasual atau pengguna yang tidak membutuhkan fitur hardcore.